Siang itu, langit Cilacap sedang berubah dari biru cerah menjadi keemasan karena senja. Di bawah naungan pohon rindang di dekat Jalan Ahmad Yani, seorang ibu muda bersama dua anak kecilnya menunggu giliran di warung soto kecil yang ramai. "Ibu, ini rasanya seperti masakan nenek!" kata salah satu anak sambil menatap semangkuk soto dengan kuah kuning keemasan yang menggoda. Warung ini, Soto Tentrem Hj Maryam, bukan sekadar tempat makan, tapi sebuah simbol kehangatan yang telah menjadi bagian dari sejarah kuliner Cilacap sejak 1974.
Sejarah yang Mengalir Seperti Kuah Soto

Di Cilacap, soto bukan sekadar makanan, tapi sebuah tradisi yang diwariskan dari generasi ke generasi. Soto Tentrem Hj Maryam lahir dari kecintaan terhadap rasa otentik yang tak pernah berubah. Awalnya, warung ini berada di pojok Jalan Salak, namun karena pelebaran jalan, tempatnya berpindah ke lokasi saat ini di Jalan Ahmad Yani. Meski berpindah, warung ini tetap menjaga konsistensi rasa yang membuatnya menjadi favorit warga sejak puluhan tahun lalu.
Warung soto yang telah berusia lebih dari lima dekade ini tidak hanya menyediakan makanan, tapi juga menciptakan kenangan. Setiap kali pelanggan datang, mereka merasakan kehangatan yang sama seperti yang dirasakan oleh orang tua mereka ketika pertama kali mencicipi soto ini. "Soto ini adalah kenangan saya bersama ayah," cerita seorang pelanggan setia yang sudah datang sejak 2005. "Kami selalu makan di sini sebelum pergi berlibur ke pantai.".

Kelezatan yang Menggoda Selera
Salah satu ciri khas Soto Tentrem Hj Maryam adalah kuah kuning keemasan yang terbuat dari kaldu ayam kamp